BAB I
MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI SELAMA
PELAKSANAAN PPL
Dalam
keseluruhan proses pendidikan disekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang
paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan
banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara
efektif. Pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan sangat
mempengaruhi cara guru itu mengajar.
Berikut ini adalah
pengertian dan definisi pembelajaran menurut beberapa para ahli :
v KNOWLES
Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik
untuk mencapai tujuan pendidikan.
v SLAVIN
Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku
individu yang disebabkan oleh pengalaman.
v CROW & CROW
Pembelajaran adalah pemerolehan tabiat,pengetahuan dan
sikap.
v RAHIL MAHYUDDIN
Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang
melibatkan keterampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan
kemahiran intelek.
v ACHJAR CHALIL
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
v COREY
Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan
seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut dalam tingkah
laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus.
Pada
proses PPL ini, praktikan diwajibkan untuk menempuh beberapa kegiatan yang
dilaksanakan disekolah. Praktikan secara nyata dan langsung ikut berpartisipasi
dalam akivitas kehidupan sekolah. Pada proses pelaksanaannya praktikan sebagai
pemula tentu mengalami masalah/kesulitan dalam pelaksanannya. Masalah/kesulitan
yang dialami selama proses tersebut sangat beragam dari mulai penyusunan RPP
sampai pada proses bimbingan dengan guru pamong, dosen pembimbing dan
supervisor.
Permasalahan
yang timbul dalam pelaksanaan PPL di SMA Muhammadyah Kuala Kapuas diantaranya
dapat dijelaskan sebagai berikut :
A.
Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP)
RPP merupakan
penjabaran dari silabus yang telah disusun sekolah. RPP disusun untuk setiap
kali pertemuan . Didalam RPP tercermin kegiatan yang dilakukan guru dan peserta
didik untuk mencapai
kompetensi yang telah ditetapkan. Komponen utama sebuah RPP adalah sebagi
berikut :
1. Standar
Kompetensi
2. Kompetensi
Dasar
3. Indikator
4. Tujuan
Pembelajaran
5. Materi
Pokok
6. Metode
Pembelajaran
7. Kegiatan
Pembelajaran (Langkah-Langkah Pembelajaran)
8. Alat
dan Sumber Belajar
9. Alat
Penilaian/Evaluasi
Penyusunan RPP
merupakan suatu kegiatan terpenting dalam pelaksanaan PPL. Dikatakan penting
karena untuk mahasiswa praktikan, RPP tersebut merupakan acuan atau skenario
yang harus dilalui tahap demi tahap dalam memberikn materi kepda peserta didik.
Dalam pelaksanaan PPL, setiap
praktikan wajib dan menjadi syarat mutlak untuk membuat RPP sebelum proses
penmpilan didalam kelas dengan terlebih dahulu mendapat bimbingan dan arahan dari guru pamong.
Dalam penyusunan
RPP tidak sepenuhnya berjalan lancar, ada beberapa kesulitan yang ditemukan ,
antara lain :
1)
Penyusunan RPP
Pertama
Praktikan
menyusun RPP petama kali pada tanggal 4 Maret 2014 dengan meminta bahan ajar
pada guru pamong mata pelajaran Seni Budaya dan Bahasa Indonesia. Pada
penyusunan pertama praktikan mengalami kendala berupa kesulitan dalam penentuan
alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran.,
kesulitan dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan
Kompetensi Dasar, kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik peserta didik, kesulitan dalam Penyusunan
skenario/langkah-langkah pembelajaran dan kesulitan dalam penyusunan sistem penilaian/evaluasi
yang akan diberikan dikelas.
2) Penyusunan
RPP kedua
Kesulitan
yang dialami praktikan pada penyusunan RPP kedua tidak jauh berbeda dari
penyusunan pertama. Praktikan kesulitan dalam penentuan alokasi waktu yang
kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran, kesulitan dalam
menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi
Dasar serta ditambah lagi dengan kesulitan dalam menentukan motivasi dan apersepsi sebagai
pengantar masuk pada kegiatan inti.
3) Penyusunan
RPP Ketiga
Pada
penyusunan RPP ketiga, masalah yang dihdapi praktikan mulai berkurang. Hanya
saja praktikan masih kesulitan dalam menentukan indikator dan tujuan
pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar dan kesulitan dalam penyusunan
sistem penilaian/evaluasi yang akan diberikan dikelas.
4) Penyusunan
RPP Keempat
Pada penyusunan RPP keempat praktikan
mengalami permasalahan baru dalam penyusunan RPP yaitu kesulitan dalam
menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik
dan kesulitan dalam Penyusunan skenario/langkah-langkah pembelajaran.
5) Penyusunan
RPP Kelima
Penyusunan RPP kelima, praktikan kembali lagi
mengalami masalah dalam dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang
sesuai dengan Kompetensi Dasar.
6) Penyusunan
RPP Keenam
Pada
penyusunan RPP keenam, praktikan kembali mengalami kesulitan dalam penentuan
alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran.
7) Penyusunan
RPP Ketujuh
Pada penyusunan RPP ketujuh, praktikan juga mengalami kesulitan dalam
penentuan alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan
pembelajaran.
8) Penyusunan
RPP Kedelapan
Kesulitan
penyusunan RPP kedelapan adalah sulitnya dalam menentukan indikator dan tujuan
pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar.
9) Penyusunan
RPP Kesembilan
Pada
penyusunan RPP kesembilan, praktikan kembali mengalami masalah- masalah seperti
kesulitan dalam penentuan alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan
kegiatan pembelajaran dan kesulitan dalam menentukan media pembelajaran yang
sesuai dengan materi pokok yang dibahas.
10) Penyusunan
RPP Kesepuluh
Pada
penyusunan RPP kesepuluh praktikan mengalami kesulitan dalam menentukan media
pembelajaran yang sesuai dengan materi pokok yang dibahas.
11) Penyusunan
RPP Kesebelas
Penyusunan
RPP ke kesebelas, praktikan mengalami kesulitan dalam Penyusunan skenario/langkah-langkah
pembelajaran.
12) Penyusunan
RPP Keduabelas
Pada
penyusunan RPP keduabelas, praktikan mengalami kesulitan dalam penyusunan
system penilaian/evaluasi yang akan diberikan dikelas.
B.
Proses
Penampilan
Proses
pembelajaran yang terjadi didalam kelas dapat diartikan sebagi proses
komunikasi fungsional antara peserta didik dengan guru dan peserta didik dengan
peserta didik dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi
kebiasaan bagi peserta didik yang bersangkutan.
Dalam pelaksanan
PPL, penampilan praktikan sebagai guru menjadi salah satu faktor yang ikut
menentukan proses pembelajaran. Pada saat tampil didepan kelas untuk memberikan
materi pembelajaran kepada peserta didik dibutuhkan kesiapan yang matang baik
itu kesiapan mental, emosi dan penguasaan materi.
Dalam
pelaksanaannya praktikan mengalami masalah/kesulitan dalam proses penampilan
mengajar dikelas, antara lain sebagai berikut :
1) Proses
penampilan Pertama
Pada penampilan mengajar pertama,
praktikan merasa gugup dan kurang percaya diri didepan kelas, sulit menentukan
cara agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, sulit menentukan cara
menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik,
sulit menyampaikan materi dengan jelas karena masih kurangnya penguasaan
materi, sulit mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai RPP,
belum cermat memanfaatkan waktu sesuai dengan alokasi waktu yang telah direncanakan.
2) Proses
Penampilan Kedua
Pada
penampilan mengajar kedua, praktikan mengalami kesulitan yang hampir sama
seperti penampilan mengajar pertama yaitu sulitnya menentukan cara menyampaikan
materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik, kesulitan
mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai RPP, sulitnya
mengendalikan peserta didik yang kurang disiplin pada proses pembelajaran.
3) Proses
Penampilan Ketiga
Pada
penampilan mengajar ketiga permasalahan yang dihadapi praktikan mulai
berkurang. Prakikan hanya belum cermat memanfaatkan waktu sesuai dengan
alokasi waktu yang telah direncanakan.
4) Proses
Penampilan Keempat
Pada
penampilan mengajar keempat, praktikan merasa gugup dan kurang percaya diri
didepan kelas dan sulit mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang
sesuai RPP.
5) Proses
Penampilan Kelima
Penampilan
mengajar kelima, praktikan mengalami Kesulitan menentukan cara menyampaikan
materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik.
6) Proses
penampilan Keenam
Penampilan
mengajar keenam praktikan mengalami masalah belum cermat memanfaatkan waktu
sesuai dengan alokasi waktu yang telah
direncanakan.
7) Proses
Penampilan Ketujuh
Pada
penampilan ketujuh, praktikan kembali mengalami masalah seperti penampilan pertama
yaitu merasa gugup dan kurang percaya diri didepan kelas, kesulitan menentukan
cara agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, dan kesulitan
menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah
dipahami peserta didik.
8) Proses
Penampilan Kedelapan
Pada
penampilan kedelapan, masalah yang dialami praktikan mulai berkurang. Praktikan
hanya mengalami kesulitan menentukan cara agar peserta didik aktif dalam proses
pembelajaran.
9) Proses
Penampilan Kesembilan
Penampilan
mengajar kesembilan praktikan mengalami masalah belum cermatnya memanfaatkan
waktu sesuai dengan alokasi waktu yang
telah direncanakan.
10) Proses
Penampilan Kesepuluh
Pada
penampilan mengajar kesepuluh, praktikan mengalami kesulitan mengimplementasikan
langkah-langkah pembelajaran yang sesuai RPP.
11) Proses
Penampilan Kesebelas
Penampilan
mengajar kesebelas, praktikan mengalami kesulitan menentukan cara menyampaikan
materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik.
12)
Proses
Penampilan Keduabelas
Proses
penampilan keduabelas, masalah yang dialami praktikan tidak jauh berbeda yaitu
Kesulitan menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan
mudah dipahami peserta didik.
C.
Bimbingan
Belajar/Ekstra Kurikuler
Ekstra Kurikuler
adalah kegiatan yang dilaksananakan diluar jam pelajaran. Untuk saat ini di SMA
Muhammadyah Kuala Kapuas terdapat beberapa kegiatan yaitu Pramuka, Tapak Suci
dan Tari. Kegiatan ini dilaksanakan di
luar lokasi sekolah yaitu berlokasi di SMA Muhammadyah. Namun praktikan tidak dapat ikut
berpartisipasi memberikan bimbingan ini dikarenakan kesibukan praktikan diluar
jam mengajar.
D.
Partisipasi
dalam Kehidupan Sekolah/Tempat Latihan
Partisipasi
dalam kehidupan sekolah merupakan bagian terpenting dari pelaksanaan PPL, sejak
diterima di sekolah. Jadi, secara langsung praktikan telah menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari sekolah. Selama pelaksanaan PPL, praktikan
berpartisipasi dalam kehidupan sekolah seperti piket harian, mengikuti upacara
bendera, serta membantu guru-guru disekolah tersebut jika dibutuhkan.
Permasalahan
yang dihadapi praktikan dalam pelaksanaan partisipasi dalam kehidupan sekolah
adalah sebagai berikut :
·
Pada saat
pertama memulai praktik, praktikan merasa kebingungan dengan tugasnya pada
pelaksanaan piket.
·
Kedisiplinan
guru dan praktikan yang masih kurang sehingga terkadang tidak ada pengaruh yang
besar dari piket itu sendiri.
E.
Proses
Bimbingan
Dalam
pelaksanaan PPL, praktikan dibimbing oleh guru pamong, dosen pembimbing dan
supervisor.
1) Dengan
Guru Pamong
Bimbingan
dengan guru pamong cukup sering dilakukan. Bimbingan ini dilakukan secara
langsung. Kegiatan bimbingan dengan guru pamong yaitu konsultasi mengenai
materi yang harus diajarkan kepada peserta didik, pembuatan RPP serta perangkat mengajar lainnya. Selain itu bimbingan dengan
guru pamong juga mengkonsultasikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam
proses pembelajaran.
2) Dengan
Dosen Pembimbing
Proses
bimbingan dengan dosen pembimbing dilakukan secara langsung di kampus Universitas
Muhammadiyah Kuala kapuas. Bimbingan dengan dosen pembimbing ini tidak banyak
dilakukan karena sulitnya bertemu, dan waktu yng tepat untuk berkonsultasi.
3) Dengan
Supervisor
Supervisor
adalah pengontrol utama kegiatan PPL. Pada pelaksanan PPL, bimbingan dengan supervisor tidak dapat
dilaksanakan dengan maksimal dikarenakan
tempat, waktu dan kesibukan dari supervisor. Namun hal itu tidak
menghambat jalannya PPL.
BAB II
FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG
DIALAMI
Dari
semua masalah yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya selama praktikan
melaksanakan PPL, terdapat faktor-faktor yang menyebabkan masalah tersebut
muncul. Faktor-faktor penyebab itu antara lain :
A.
Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pemblajran (RPP)
Pada penyusunan
RPP, faktor-faktor yang menjadi penyebab dari masalah yang
dihadapi yakni :
·
Terjadinya
kesenjangan antara teori yang diberikan di perkuliahan dengan kondisi
sebenarnya dilapangan sehingga praktikan merasa kebingungan.
·
Kesulitan
merencanakan alokasi waktu disebabkan karena praktikan belum memiliki banyak
pengalaman dalam melakukan pembelajaran dikelas.
·
Kesulitan dalam
menentukan metode pembelajaran pada proses belajar mengajar dikarenakan setiap
kelas memiliki karakteristik peserta didik yang berbeda-beda sehingga
diperlukan perhatian khusus dan terkadang metode yang digunakan tidak sesuai
ketika diterapkan didalam kelas.
·
Kesulitan dalam
menyusun evaluasi yang akan diberikan dikelas disebabkan sulitnya menentukam
penilaian terbaik yang dapat menilai dengan tepat kemampuan peserta didik yang
sesungguhnya.
·
sulitnya
mennetukan indikator
dan tujuan pembelajaran disebabkan karena perbedaan persepsi antara guru dan
praktikan.
B.
Proses
Penampilan
Berbagai
permasalahan yang timbul pada proses penampilan seperti dipaparkan pada BAB I
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
·
Praktikan
mengalami kesulitan dalam penguasaan kelas disebabkan karena praktikan belum
terlalu mengenal medan kelas, karakter
peserta didik, dan juga baru memulai proses adaptasi.
·
Kurangnya
pengalaman praktikan tampil didepan kelas.
·
Persiapan untuk
setiap penampilan tidaklah sama, terkadang praktikan merasa siap dan
bersemangat tetapi dilain waktu praktikan merasa tidak siap dan kurang
bersemangat.
·
Metode yang
digunakan praktikan terkadang kurang tepat sehingga peserta didik yang aktif
hanya beberapa orang saja.
·
Kurang maksimal
dalam mempersiapkan diri serta mempersiapkan dengan matang perangkat
pembelajaran yang akan digunakan.
C.
Bimbingan
Belajar/Ekstra Kurikuler
Faktor penyebab
dari masalah yang berkaitan dengan kegiatan EkstraKurikuler yaitu keterbatasan
waktu yang praktikan karena lebih terfokus pada kegiatan belajar mengajar yang
memerlukan konsentrasi penuh.
D.
Partisipasi
dalam kehidupan Sekolah/Tempat latihan
Faktor penyebab
munculnya masalah dalam partisipasi kehidupan sekolah adalah karena adanya
kesibukan masing-masing individu yang melaksanakan PPL, seperti ketika kegiatan piket praktikan masih menemui adanya rekan
sesama praktikan yang tidak hadir ataupun izin setengah hari dalam melaksanakan
piket dikarenakan praktikan memiliki agenda lain sehingga tidak dapat
melaksanakan kegiatan tersebut.
Keterbatasan
waktu dan banyaknya aktivitas praktikan menyebabkan praktikan kurang optimal
mengikuti kegiatan diluar mengajar. Waktu dan tenaga praktikan lebih besar tercurah pada proses pembelajaran dikelas.
Karena praktikan mempunyai tanggung jawab memberikan ilmu yang bermanfaat
kepada peserta didik. Tetapi secara umum kerjasama dengan sekolah berlangsung
baik.
E.
Proses
Bimbingan
Untuk kelancaran
dan pencapaian tujuan PPL diperlukan adanya bimbingan dan arahan dari semua
pihak terutama pembimbing. Selama kegiatan PPL ini praktikan dibimbing oleh
tiga pihak yaitu guru pamong, dosen pembimbing dan supervisor.
1) Guru
Pamong
Guru
pamong memiliki peran yang sangat penting dalam membantu praktikan disekolah,
kegiatan praktikan diberikan bimbingan secara langsung oleh guru pamong secara
formal maupun informal. Guru pamong juga memberikan masukan kepada praktikan
tentang proses belajar mengajar dikelas yang telah dilaksanakan setiap
pertemuan. Bimbingan dengan guru pamong biasa berupa kegiatan konsultasi
masalah-masalah yang dihadapi oleh praktikan seperti Situasi dan kondisi
peserta didik disekolah, menanyakan dan mendiskusikan tentangl materi pelajaran
yang kurang dimengerti oleh praktikan.
2) Dosen
Pembimbing
Dosen
pembimbing adalah dosen yang memberikan bimbingan dari pihak Universitas.
Proses bimbingan dengan dosen pembimbing tidak terlalu intensif karena adanya
permasalahan dalam masalah tempat, waktu, dan jadwal yang padat.
3) Supervisor
Supervisor
adalah seseorang yang bertanggung jawab atas keberadaan mahasiswa praktikan di
suatu sekolah. Proses bimbingan dengan supervisor tidak dapat berjalan dengan baik dikarenakan
kesibukan dan jadwal yang padat dari pihak terkait.
BAB III
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH
Adanya
berbagai masalah yang muncul selama pelaksanaan PPL di SMA Muhammadyah membuat
penulis belajar banyak. Masalah-masalah yang muncul tentu tidak dibiarkan
begitu saja. Usaha memperbaiki dan mencari bahan keluar yang terbaik dari
setiap masalah yang dihadapi tetap praktikan lakukan semaksimal mungkin. Hal
ini dilakukan agar pelaksanaan PPL dapat terus berjalan dengan baik seperti
yang diharapkan sebelumnya.
Sehubung
dengn masalah yang timbul tersebut, terdapat upaya-upaya yang dilakukan
praktikan untuk menanggulanginya seperti :
A.
Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Praktikan telah
mengungkpkan permasalahan yang muncul pada bab sebelumnya mengenai penyusunan
RPP. Upaya yang penulis lakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu :
·
Berkonsultasi
dengan guru pamong mengenai format RPP.
·
Mempelajari
secara lebih mendalam mengenai cara pembuatan rencana pembelajaran yang baik.
·
Dalam
pengalokasikan waktu disesuaikan dengan jam pelajaran yang disediakan,
sedangkan materinya disesuaikan dengan waktu yang ada berdasarkan sub pokok
bahasan yang akan diajarkan.
·
Menyesuaikan
materi ajar dengan silabus yang telah ada.
·
Berdiskusi
dengan rekan sesama praktikan.
·
Penyusunan RPP
pertama dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk penyusunan RPP selanjutnya
agar tidak terjadi kesalahan dan sesuai dengan kenyataan pada saat melakukan kegiatan pembelajaran.
B.
Proses
Penampilan
Masalah pada
proses penampilan merupakan masalah yang paling dominan, mengingat proses
penampilan memakan waktu yang lebih banyak dibandingkan kegiatan yang lain.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada proses penampilan, praktikan
melakukan upaya yaitu sebagai berikut :
·
Mengkonsultasikan
dengan guru pamong mengenai cara
penguasaan kelas.
·
Melakukan
persiapan materi sebelum tampil .
·
Melakukan
pendekatan kepada peserta didik agar lebih mengenal karakteristik mereka .
·
Menegur siswa
yang tidak memperhatikan secara baik-baik serta memberikan perhatian khusus
kepada peserta didik tersebut.
·
Berusaha membuat
siswa lebih aktif dalam menyelesaikan permasalahan materi seperti soal-soal
latihan.
C.
Bimbingan
Belajar/Ekstra Kurikuler
Untuk mengatasi
masalah yang berkaitan dengan ekstra kurikuler dan bimbingan belajar, praktikan
hanya dapat membimbing dalam hal latihan upacara.
D.
Partisipasi
dalam Kehidupan Sekolah/Tempat Latihan
Partisipasi
selama kegiatan PPL dilakukan semaksimal mungkin dalam rangka membangun hubungan
baik antara praktikan dan pihak sekolah. Setiap masalah yang muncul ketika
praktikan berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan sekolah sebisa mungkin
diatasi dengan cara mengkomunikasikannya.
Kegiatan yang
diikuti praktikan dalam rangka berpartisipasi dalam kehidupan sekolah adalah
mengikuti upacara bendera, piket dan membantu kegiatan guru jika dibutuhkan.
Upaya untuk mengatasi masalah yang muncul dalam kegiatan tersebut antara lain :
·
Untuk masalah
yang muncul ketika pelaksanaan upacara bendera seperti terdapat rekan praktikan
yang tidak mengikuti kegiatan tersebut adalah dengan menekankan pada setiap
praktikan untuk melakukan perizinan terlebih dahulu sehingga terjadi komunikasi
yang baik.
·
Dalam
pelaksanaan piket sekolah upaya yang dilakukan adalah memberikan pembagian
tugas dan waktu yang jelas untuk praktikan sehinga setiap praktikan
melaksanakan kewajibannya dengan benar serta menegur rekan praktikan jika lalai
dalam melaksanakan kewajibannya.
E.
Proses
Bimbingan
·
Guru Pamong
Praktikan
memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk berkonsultasi dan meminta bimbingan
serta arahan sehingga berbagai kendala yang muncul terutama mengenai proses
pembelajaran dapat diatasi dengan baik.
·
Dosen Pembimbing
dan Supervisor
Permasalahan
yang muncul terdapat dari dosen pembimbing dan supervisor. Namun hal itu dapat
ditasi dengan melakukan inisiatif sendiri untuk menghubungi supervisor dan
dosen pembimbing untuk berkonsultasi
agar proses bimbingan tetap berjalan dengan baik dan lancar.
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Dalam
mempersiapkan tenaga pendidik yang terlatih serta dapat memenuhi kebutuhan dan
tuntutan di dunia kerja diperlukan sosok yang berkemampuan memadai baik secara
teoritis maupun praktek kependidikannya. Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan
sarana yang tepat untuk melatih mahasiswa dalam pengembangan keterampilan
mengajar dan mendidik. Dengan demikian mahasiswa dapat mengaplikasikan
teori-teori yang didapat selama menjalani perkuliahan.
Dalam
pelaksanaan PPL ini tidak jarang ditemukan masalah-masalah yang cukup mendapat
perhatian dan mengganggu efektivitas pelaksanaan kegiatan. Namun, secara umum
masalah-masalah yang dihadapi dapat diatasi dengan baik. Dari masalah-masalah
tersebut dijadikan praktikan sebagai pembelajaran agar pada kegiatan
selanjutnya tidak terulang lagi.
Dari hasil
praktik di SMA Muhammadyah Kuala Kapuas, praktikan telah mendapatkan pengalaman
yang berharga yang dapat disimpulkan dalam beberapa hal berikut ini :
1. PPL
memberikan pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa
karena dengan adanya program ini mahasiswa dapat mengasah kemampuannya dan
mengamalkan ilmu yang didapat selama diperkuliahan.
2. PPL
membantu mahasiswa mengenal kondisi
sekolah secara nyata.
3. Dalam
kegiatan pembelajaran perlu adanya perangkat pendukung yang memadai terutama
ketersediaan alat dan media belajar.
4. Bimbingan
dan arahan dari guru pamong dan dosen pembimbing memiliki peranan penting bagi
keberhasilan praktikan dalam setiap kegiatan PPL.
5. Perlunya
pendekatan personal agar tercipta suasana keakraban dan kekeluagaan yang baik
terhadap semua warga sekolah.
B.
Saran
Saran yang dapat
penulis berikan untuk pelaksanaanPPL berikutnya adalah :
1. Untuk
SMA Muhammadyah Kuala Kapuas
·
Tetap menjaga
prestasi kerja serta mempertahankannya sebaik mungkin karena mempertahankan
prestasi kerja merupakan beban berat bagi suatu lembaga pendidikan formal.
·
Tetap berpedoman
pada sikap terbuka dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang ingin menimba
pengalaman atau mempelajari kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini.
2. Untuk Peserta didik
·
Memperbaiki
sistem belajar yang selama ini dilaksanakan.
·
Memperbaiki
sikap dan perilaku yang kurang terpuji.
·
Tingkatkan
kesadaran dan tanggung jawab pada setiap sarana dan prasarana yang ada
disekolah
3. Untuk
Praktikan
·
Harus selalu
mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapi kepada guru pamong, dosen
pembimbing ataupun kepada guru-guru dan semua pihak yang menjadi tata laksana
sekolah.
·
Harus memiliki
kepercayaan diri dan tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan proses
pembelajaran.
·
Harus
mempersiapkan dengan baik materi pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta
didik dengan perencanaan yang benar-benar matang dan diperhitungkan sebelum
memulai melaksanakan proses pembelajaran.
·
Harus bisa
beradaptasi dengan lingkungan sekolah , pimpinan sekolah, staf guru dan peserta
didik.
DAFTAR
PUSTAKA
UP3L, (2013), Panduan
Program pengalaman Lapangan (PPL). Palangkaraya: Univesitas Muhammadiyah
Palangkaraya.
Suartawan. 2012. Laporan PPL Real
PGSD. http://made-suartawan.blogspot.com/2012/06laporan-ppl-real-pgsd.html?m=1.
Diakses 7 April
2014.