Minggu, 29 Juni 2014

Ramadhan Happiness

Hari ini adalah hari pertama puasa
aku memulai hari yang baru , jiwa yang baru dan hati yang baru...
mungkin Ramadhan kali ini sama seperti 3,5 tahun yang lalu
dimana aku berada diposisi yang sama
Sedih jika dipikirkan, tapi bagaimana mungkin aku tak mampu melewatinya
sedangkan pada saat itu aku tegar melewatinya :)

Semoga ini bukan Tahun terakhir aku menjalankan Ibasah suci di bulan Ramadhan amin...
Lancarkanlah jalan ku ya Allah..
Jauhkanlah bala yang akan menggangguku..
aku yakin Engkau selalu berada diSampingku Allah..

Rabu, 25 Juni 2014

wanita

Wanita memang makhluk yang pantas di cintai dan mencintai
tetapi apakah layak wanita yang merebut kebahagiaan wanita lain itu pantas mendapatkan itu ?
sepertinya tidak.

Wanita kadang kalanya lemah tetapi terkadang ia bisa menjadi musuh besar bagi dirinya dan oranglain.
contohnya : wanita yang ,asuk ke dalam kehidupan rumah tangga pasangan lain.
sepertinya wanita tsb tak bahagia dg kehidupannya yang normal hingga ia harus melakukan tindak abnormal.
yaa.... wanita ini sungguh abbormal.
tak pernah memikierkan apa yang akan terjadi jika rumah tangga oranglain itu akan berantakan.
apakah ia tak punya hati ?
tak mungkin, ia di ciptakan Tuhan memiliki kesempurnaan.
tetapi kesempurnaannya itu seperti tak berharga.

aku hanya berjanji kepada diriku untuk tidak menjadi pengganggu bahkan perusak rumah tangga oranglainm baik kekurangan dan kelebihan ku biarlah itu menjadi nikmatku bukan nikmat untuk oranglain terutama suami wanita lain.

aku memiliki anak perempuan yang wajib ku jaga, yang aku takut kelak ia menerima karma ku kelak..

Puing-puing benci

Terkadang wanita hanya menjadi pelampiasan pria
ada kalanya ia dicintai ada kalanya ia dibenci
tetapi selemah-lemahnya kaum wanita, ia mampu berdiri sendiri membangun puing-puing kebahagiaannya.

Mengapa wanita hanya jadi pelampiasan ?
karena wanita makhluk yang pantas disia-siakan (itu jawaban dari lelaki bodoh)  diluar sana)
sebenarnya lelaki bodoh itu yang pantas disia-siakan...
bukan hanya lelaki yang bisa menyakiti wanita, wanita pun demikian,..
Wanita pantas tertawa terbahak di atas kejamnya perlakuan lelaki bodoh zaman sekarang..

Sebagai seorang wanita , aku ingin berbagi kisah ku yang berani meninggalkan seorang lelaki bodoh yang tak pernah pantas untuk diperjuangkan..
Sebagai wanita aku pun bisa menyia-nyiakan lelaki
apabila saat ini aku sedang hamil besar tanpa tanggung jawab dari lelaki jahanam itu...

Tapi, aku tak pantas mengenangnya atau bahkan meminta pertanggung jawabannya karena aku mampu mencari nafkah walaupun hanya untuk sepiring nasi seharii...

Allah dan orangtua ku tak pernah mengajarkan aku untuk menjadi pendendam
tetapi untuk lelaki yg pernah mengkhianati aku, menyia-nyiakan bahkan menghancurkan kehidupanku, aku bersumpah tak akan pernah mau melihat wajah bangsatnya..

kepada lelaki itu, semoga hidupnya tak pernah damai, tak pernah bahagia
bahkan hidupnya pun akan lebih hancur drpd kehidupanku sekarang
puing-puing kebencian ini akan ku tebarkan disekitar ku, hingga ketika lelaki jahanam itu menginjaknya , ia akan terluka lebih terluka dari aku yang sekarang !
amin

Minggu, 22 Juni 2014

Ciri-ciri Pria yang tak pantas dijadikan Pasangan Hidup

ciri-ciri pria yang tak pantas dijadikan pasangan hidup atau suami.
Dari berbagai hasil penelitian bahwa tabiat pasangan hidup atau suami dapat dilihat pada saat masa penjajakan atau pendekatan, berikut cirinya :
1. Pada saat PDKT  atau berpacaran lebih banyak uang si wanita yang dikeluarkan kertimbang lelaki.
2. Lebih sering wanita yang menghubungi
3. Lelaki sering/selalu cemburu dan curiga
4. Terlalu banyak pengorbanan wanita drpd lelaki.
5. Pembohong walaupun hal itu kecil dan tak penting untuk anda
6. Memiliki keluarga yang banyak hutang piutang

jika ciri- ciri tersebut sudah terlihat tetapi anda masih tetap melanjutkan hubungan berpacaram atau bahkan melangkah ke jenjang pernikahan, maka hal- hal yang dapat terjadi :
1. Keharmonisan rumah tangga anda tak akan lama
2. si lelaki bisa menjadi pencuri ( terutama mencuri telpon genggam anda pada saat ia mencurigai atau mencemburui anda)
3. akan terjadi KDRT
4. Selalu menghabiskan uang hanya untuk menutupi hutang piutang keluarganya hingga tak memiliki uang untuk menghidupi istri dan anaknya
5. Tak bertanggung jawab akan setiap tutur katanya
6. Dari pembohong kecil akan menjadi pembohong besar
7. Bisa jadi pembunuh atau perampok.

Hindarilah bertemu atau berhubungan akrab dengan lelaki berciri-ciri tersebut karena akibatnya bisa fatal bagi kehidupan anda.

Sabtu, 21 Juni 2014

aku berdoa

Tuhan.. ku percaya Engkau pasti telah merencanakan yang terbaik untuk diriku 0:)
berbagai cobaan sedang menimpaku
baik itu yang sengaja maupun tak sengaja ku lakukan
Tuhan, aku tau ... aku salah tapi bantulah aku melewati debu debu ujian mu

Aku yakin aku mampu melewatinya, tapi untuk melangkah aku perlu Ridho mu ya Allah ya Tuhan ku...

Aku menghadapi masalah ku sendiri , tanpa ku harus membagi kpd oranglain
begitu dasyat ujianmu, tapi aku tau aku mampu melewati ini
bersama Mu ya Allah aku yakin bisa...

aku tak ingin hanya menangisi hidup ku
aku akan melangkah mencari keadilan dan hak untuk hidupku

kelak... jika semua sdh mampu ku lewati
tak akan ku ulangi kesalahan ku ini

Bantulah aku melewati ini ya Allah
berikan aku petunjuk dan peluang dalam melaluinya 0:) amin

Anak

Anak...
adalah  Anugerah terindah dari Allah
setiap pasangan menginginkan kehadiran seorang anak
Anak...
memiliki banyak pengaruh positif bagi ibu atau pun ayah dari anak tersebut.

Sekarang aku memiliki satu anak yang manja, cantik, manis, dan selalu membuat aku kangen
entah kenapa aku telah melakukan hal bodoh di kehidupan ku yang lalu
dengan tak mencintainya, menyayanginya, mengasihinya...
waktu ku terlalu banyak terbuang untuk hal-hal yang tak perlu bahkan terlalu bodoh.

Terutama aku telah menyia-nyiakan waktu ku bersamanya.
sekilas aku berpikir untuk mencari Sosok Ayah untuk anakku
tetapi yang ku dapati hanyalah suatu pengkhianatan dari lelaki perSETAN itu !!

Terima Kasih ya Allah masih memberikan aku waktu untuk bersama Anakku dan menyadari kesalahanku..
Sekarang aku kembali untuk anakku
anak yang sekarang tidur disampingku
anak yang selalu mencium ku
anak yang selalu membuat ku tersenyum
Terimakasih ya Allah
berilah aku rahmat, hidayah, dan rezeki agar mampu membahagiakannya

Rabu, 18 Juni 2014

#CHSP part 1

sekarang aku hanya bisa menjalani hari hariku yang telah aku pilih
aku telah mantap menerima resiko dari setiap pilihanku

sekarang yang harus aku jalani dan lalui adalah menata hidupku sebaik baik mungkin
menghapus semua luka lama dan mimpi burukku

aku benci lelaki itu dan kebencian itu akan kekal
aku tak akan sudi melihat mukanya, sungguh tak sudi
lelaki yang sudah menghancurkan hidupku
lelaki yang sudah mengobrak abrik kehidupan indahku
kini aku di hadiahkan dgn kado terburuk
tapi kado ini akan menjadi anugerah terindah untuk oranglain
karena aku takkan sudi hidup bersamanya
maafkanlah jika aku kejam, tetapi aku sudah memupuk rasa benci ini

lebih baik kado ini dihadiahkan untuk sepasang manusia yang lebih membutuhkan
karena dgn bersama oranglain mungkin hidupnya akan menjadi lebih baik dan lebih mapan
serta oranglain pasti tulus menyayanginya
aku yakin , sekarang kamu kado terburukku tapi ditangan oranglain akan menjadi kado terindah dan termanis
terimakasih sudah menemaniku selama 7 bulan ini, maaf jika nantinya aku tak dapat mengurusmu

Jumat, 06 Juni 2014

LAPORAN PPL INDIVIDU




BAB I
MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI SELAMA PELAKSANAAN PPL

            Dalam keseluruhan proses pendidikan disekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan sangat mempengaruhi cara guru itu mengajar.
            Berikut ini adalah pengertian dan definisi pembelajaran menurut beberapa para ahli :
v  KNOWLES
Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
v  SLAVIN
Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman.
v  CROW & CROW
Pembelajaran adalah pemerolehan tabiat,pengetahuan dan sikap.
v  RAHIL MAHYUDDIN
Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang melibatkan keterampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelek.
v  ACHJAR CHALIL
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
v  COREY
Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus.
Pada proses PPL ini, praktikan diwajibkan untuk menempuh beberapa kegiatan yang dilaksanakan disekolah. Praktikan secara nyata dan langsung ikut berpartisipasi dalam akivitas kehidupan sekolah. Pada proses pelaksanaannya praktikan sebagai pemula tentu mengalami masalah/kesulitan dalam pelaksanannya. Masalah/kesulitan yang dialami selama proses tersebut sangat beragam dari mulai penyusunan RPP sampai pada proses bimbingan dengan guru pamong, dosen pembimbing dan supervisor.
Permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan PPL di SMA Muhammadyah Kuala Kapuas diantaranya dapat dijelaskan sebagai berikut :

A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP)
RPP merupakan penjabaran dari silabus yang telah disusun sekolah. RPP disusun untuk setiap kali pertemuan . Didalam RPP tercermin kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Komponen utama sebuah RPP adalah sebagi berikut :
1.      Standar Kompetensi
2.      Kompetensi Dasar
3.      Indikator
4.      Tujuan Pembelajaran
5.      Materi Pokok
6.      Metode Pembelajaran
7.      Kegiatan Pembelajaran (Langkah-Langkah Pembelajaran)
8.      Alat dan Sumber Belajar
9.      Alat Penilaian/Evaluasi
Penyusunan RPP merupakan suatu kegiatan terpenting dalam pelaksanaan PPL. Dikatakan penting karena untuk mahasiswa praktikan, RPP tersebut merupakan acuan atau skenario yang harus dilalui tahap demi tahap dalam memberikn materi kepda peserta didik.
Dalam pelaksanaan PPL, setiap praktikan wajib dan menjadi syarat mutlak untuk membuat RPP sebelum proses penmpilan didalam kelas dengan terlebih dahulu mendapat  bimbingan dan arahan dari guru pamong.
Dalam penyusunan RPP tidak sepenuhnya berjalan lancar, ada beberapa kesulitan yang ditemukan , antara lain :

1)      Penyusunan RPP Pertama
Praktikan menyusun RPP petama kali pada tanggal 4 Maret 2014 dengan meminta bahan ajar pada guru pamong mata pelajaran Seni Budaya dan Bahasa Indonesia. Pada penyusunan pertama praktikan mengalami kendala berupa kesulitan dalam penentuan alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran., kesulitan dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar, kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kesulitan dalam Penyusunan skenario/langkah-langkah pembelajaran dan kesulitan dalam penyusunan sistem penilaian/evaluasi yang akan diberikan dikelas.

2)      Penyusunan RPP kedua
Kesulitan yang dialami praktikan pada penyusunan RPP kedua tidak jauh berbeda dari penyusunan pertama. Praktikan kesulitan dalam penentuan alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran, kesulitan dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar serta ditambah lagi dengan kesulitan dalam  menentukan motivasi dan apersepsi sebagai pengantar masuk pada kegiatan inti.

3)      Penyusunan RPP Ketiga
Pada penyusunan RPP ketiga, masalah yang dihdapi praktikan mulai berkurang. Hanya saja praktikan masih kesulitan dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar dan kesulitan dalam penyusunan sistem penilaian/evaluasi yang akan diberikan dikelas.

4)      Penyusunan RPP Keempat
Pada penyusunan RPP keempat praktikan mengalami permasalahan baru dalam penyusunan RPP yaitu kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kesulitan dalam Penyusunan skenario/langkah-langkah pembelajaran.

5)      Penyusunan RPP Kelima
Penyusunan RPP kelima, praktikan kembali lagi mengalami masalah dalam dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar.

6)      Penyusunan RPP Keenam
Pada penyusunan RPP keenam, praktikan kembali mengalami kesulitan dalam penentuan alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran.

7)      Penyusunan RPP Ketujuh
Pada penyusunan RPP ketujuh,  praktikan juga mengalami kesulitan dalam penentuan alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran.
8)      Penyusunan RPP Kedelapan
Kesulitan penyusunan RPP kedelapan adalah sulitnya dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Kompetensi Dasar.

9)      Penyusunan RPP Kesembilan
Pada penyusunan RPP kesembilan, praktikan kembali mengalami masalah- masalah seperti kesulitan dalam penentuan alokasi waktu yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran dan kesulitan dalam menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pokok yang dibahas.

10)  Penyusunan RPP Kesepuluh
Pada penyusunan RPP kesepuluh praktikan mengalami kesulitan dalam menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pokok yang dibahas.

11)  Penyusunan RPP Kesebelas
Penyusunan RPP ke kesebelas, praktikan mengalami kesulitan dalam Penyusunan skenario/langkah-langkah pembelajaran.

12)  Penyusunan RPP Keduabelas
Pada penyusunan RPP keduabelas, praktikan mengalami kesulitan dalam penyusunan system penilaian/evaluasi yang akan diberikan dikelas.
B.     Proses Penampilan
Proses pembelajaran yang terjadi didalam kelas dapat diartikan sebagi proses komunikasi fungsional antara peserta didik dengan guru dan peserta didik dengan peserta didik dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi peserta didik yang bersangkutan.
Dalam pelaksanan PPL, penampilan praktikan sebagai guru menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan proses pembelajaran. Pada saat tampil didepan kelas untuk memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik dibutuhkan kesiapan yang matang baik itu kesiapan mental, emosi dan penguasaan materi.
Dalam pelaksanaannya praktikan mengalami masalah/kesulitan dalam proses penampilan mengajar dikelas, antara lain sebagai berikut :
1)      Proses penampilan Pertama
Pada penampilan mengajar pertama, praktikan merasa gugup dan kurang percaya diri didepan kelas, sulit menentukan cara agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, sulit menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik, sulit menyampaikan materi dengan jelas karena masih kurangnya penguasaan materi, sulit mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai RPP, belum cermat memanfaatkan waktu sesuai dengan alokasi  waktu yang telah direncanakan.
2)      Proses Penampilan Kedua
Pada penampilan mengajar kedua, praktikan mengalami kesulitan yang hampir sama seperti penampilan mengajar pertama yaitu sulitnya menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik, kesulitan mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai RPP, sulitnya mengendalikan peserta didik yang kurang disiplin pada proses pembelajaran.
3)      Proses Penampilan Ketiga
Pada penampilan mengajar ketiga permasalahan yang dihadapi praktikan mulai berkurang. Prakikan hanya belum cermat memanfaatkan waktu sesuai dengan alokasi  waktu yang telah direncanakan.
4)      Proses Penampilan Keempat
Pada penampilan mengajar keempat, praktikan merasa gugup dan kurang percaya diri didepan kelas dan sulit mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai RPP.
5)      Proses Penampilan Kelima
Penampilan mengajar kelima, praktikan mengalami Kesulitan menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik.
6)      Proses penampilan Keenam
Penampilan mengajar keenam praktikan mengalami masalah belum cermat memanfaatkan waktu sesuai dengan alokasi  waktu yang telah direncanakan.
7)      Proses Penampilan Ketujuh
Pada penampilan ketujuh, praktikan kembali mengalami masalah seperti penampilan pertama yaitu merasa gugup dan kurang percaya diri didepan kelas, kesulitan menentukan cara agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, dan kesulitan menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik.
8)      Proses Penampilan Kedelapan
Pada penampilan kedelapan, masalah yang dialami praktikan mulai berkurang. Praktikan hanya mengalami kesulitan menentukan cara agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran.
9)      Proses Penampilan Kesembilan
Penampilan mengajar kesembilan praktikan mengalami masalah belum cermatnya memanfaatkan waktu sesuai dengan alokasi  waktu yang telah direncanakan.
10)  Proses Penampilan Kesepuluh
Pada penampilan mengajar kesepuluh, praktikan mengalami kesulitan mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai RPP.

11)  Proses Penampilan Kesebelas
Penampilan mengajar kesebelas, praktikan mengalami kesulitan menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik.
12)  Proses Penampilan Keduabelas
Proses penampilan keduabelas, masalah yang dialami praktikan tidak jauh berbeda yaitu Kesulitan menentukan cara menyampaikan materi pembelajaran agar menarik dan mudah dipahami peserta didik.

C.    Bimbingan Belajar/Ekstra Kurikuler
Ekstra Kurikuler adalah kegiatan yang dilaksananakan diluar jam pelajaran. Untuk saat ini di SMA Muhammadyah Kuala Kapuas terdapat beberapa kegiatan yaitu Pramuka, Tapak Suci dan Tari.  Kegiatan ini dilaksanakan di luar lokasi sekolah yaitu berlokasi di SMA Muhammadyah.  Namun praktikan tidak dapat ikut berpartisipasi memberikan bimbingan ini dikarenakan kesibukan praktikan diluar jam mengajar.

D.    Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah/Tempat Latihan
Partisipasi dalam kehidupan sekolah merupakan bagian terpenting dari pelaksanaan PPL, sejak diterima di sekolah. Jadi, secara langsung praktikan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah. Selama pelaksanaan PPL, praktikan berpartisipasi dalam kehidupan sekolah seperti piket harian, mengikuti upacara bendera, serta membantu guru-guru disekolah tersebut jika dibutuhkan.
Permasalahan yang dihadapi praktikan dalam pelaksanaan partisipasi dalam kehidupan sekolah adalah sebagai berikut :
·         Pada saat pertama memulai praktik, praktikan merasa kebingungan dengan tugasnya pada pelaksanaan piket.
·         Kedisiplinan guru dan praktikan yang masih kurang sehingga terkadang tidak ada pengaruh yang besar dari piket itu sendiri.


E.     Proses Bimbingan
Dalam pelaksanaan PPL, praktikan dibimbing oleh guru pamong, dosen pembimbing dan supervisor.
1)      Dengan Guru Pamong
Bimbingan dengan guru pamong cukup sering dilakukan. Bimbingan ini dilakukan secara langsung. Kegiatan bimbingan dengan guru pamong yaitu konsultasi mengenai materi yang harus diajarkan kepada peserta didik, pembuatan RPP serta perangkat  mengajar lainnya. Selain itu bimbingan dengan guru pamong juga mengkonsultasikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.
2)      Dengan Dosen Pembimbing
Proses bimbingan dengan dosen pembimbing dilakukan secara langsung di kampus Universitas Muhammadiyah Kuala kapuas. Bimbingan dengan dosen pembimbing ini tidak banyak dilakukan karena sulitnya bertemu, dan waktu yng tepat untuk berkonsultasi.

3)      Dengan Supervisor
Supervisor adalah pengontrol utama kegiatan PPL. Pada pelaksanan PPL,  bimbingan dengan supervisor tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal dikarenakan  tempat, waktu dan kesibukan dari supervisor. Namun hal itu tidak menghambat jalannya PPL.











BAB II
FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIALAMI

Dari semua masalah yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya selama praktikan melaksanakan PPL, terdapat faktor-faktor yang menyebabkan masalah tersebut muncul. Faktor-faktor penyebab itu antara lain :

A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pemblajran (RPP)
Pada penyusunan RPP, faktor-faktor yang menjadi penyebab dari masalah yang dihadapi yakni :
·         Terjadinya kesenjangan antara teori yang diberikan di perkuliahan dengan kondisi sebenarnya dilapangan sehingga praktikan merasa kebingungan.
·         Kesulitan merencanakan alokasi waktu disebabkan karena praktikan belum memiliki banyak pengalaman dalam melakukan pembelajaran dikelas.
·         Kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran pada proses belajar mengajar dikarenakan setiap kelas memiliki karakteristik peserta didik yang berbeda-beda sehingga diperlukan perhatian khusus dan terkadang metode yang digunakan tidak sesuai ketika diterapkan didalam kelas.
·         Kesulitan dalam menyusun evaluasi yang akan diberikan dikelas disebabkan sulitnya menentukam penilaian terbaik yang dapat menilai dengan tepat kemampuan peserta didik yang sesungguhnya.
·         sulitnya mennetukan indikator dan tujuan pembelajaran disebabkan karena perbedaan persepsi antara guru dan praktikan.

B.     Proses Penampilan
Berbagai permasalahan yang timbul pada proses penampilan seperti dipaparkan pada BAB I disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
·         Praktikan mengalami kesulitan dalam penguasaan kelas disebabkan karena praktikan belum terlalu mengenal medan kelas, karakter  peserta didik, dan juga baru memulai proses adaptasi.
·         Kurangnya pengalaman praktikan tampil didepan kelas.
·         Persiapan untuk setiap penampilan tidaklah sama, terkadang praktikan merasa siap dan bersemangat tetapi dilain waktu praktikan merasa tidak siap dan kurang bersemangat.
·         Metode yang digunakan praktikan terkadang kurang tepat sehingga peserta didik yang aktif hanya beberapa orang saja.
·         Kurang maksimal dalam mempersiapkan diri serta mempersiapkan dengan matang perangkat pembelajaran yang akan digunakan.

C.    Bimbingan Belajar/Ekstra Kurikuler
Faktor penyebab dari masalah yang berkaitan dengan kegiatan EkstraKurikuler yaitu keterbatasan waktu yang praktikan karena lebih terfokus pada kegiatan belajar mengajar yang memerlukan konsentrasi penuh.

D.    Partisipasi dalam kehidupan Sekolah/Tempat latihan
Faktor penyebab munculnya masalah dalam partisipasi kehidupan sekolah adalah karena adanya kesibukan masing-masing individu yang melaksanakan PPL, seperti  ketika kegiatan  piket praktikan masih menemui adanya rekan sesama praktikan yang tidak hadir ataupun izin setengah hari dalam melaksanakan piket dikarenakan praktikan memiliki agenda lain sehingga tidak dapat melaksanakan kegiatan tersebut.
Keterbatasan waktu dan banyaknya aktivitas praktikan menyebabkan praktikan kurang optimal mengikuti kegiatan diluar mengajar. Waktu dan tenaga praktikan lebih besar  tercurah pada proses pembelajaran dikelas. Karena praktikan mempunyai tanggung jawab memberikan ilmu yang bermanfaat kepada peserta didik. Tetapi secara umum kerjasama dengan sekolah berlangsung baik.

E.     Proses Bimbingan
Untuk kelancaran dan pencapaian tujuan PPL diperlukan adanya bimbingan dan arahan dari semua pihak terutama pembimbing. Selama kegiatan PPL ini praktikan dibimbing oleh tiga pihak yaitu guru pamong, dosen pembimbing dan supervisor.
1)      Guru Pamong
Guru pamong memiliki peran yang sangat penting dalam membantu praktikan disekolah, kegiatan praktikan diberikan bimbingan secara langsung oleh guru pamong secara formal maupun informal. Guru pamong juga memberikan masukan kepada praktikan tentang proses belajar mengajar dikelas yang telah dilaksanakan setiap pertemuan. Bimbingan dengan guru pamong biasa berupa kegiatan konsultasi masalah-masalah yang dihadapi oleh praktikan seperti Situasi dan kondisi peserta didik disekolah, menanyakan dan mendiskusikan tentangl materi pelajaran yang kurang dimengerti oleh praktikan.
2)      Dosen Pembimbing
Dosen pembimbing adalah dosen yang memberikan bimbingan dari pihak Universitas. Proses bimbingan dengan dosen pembimbing tidak terlalu intensif karena adanya permasalahan dalam masalah tempat, waktu, dan jadwal yang padat.
3)      Supervisor
Supervisor adalah seseorang yang bertanggung jawab atas keberadaan mahasiswa praktikan di suatu sekolah. Proses bimbingan dengan supervisor  tidak dapat berjalan dengan baik dikarenakan kesibukan dan jadwal yang padat dari pihak terkait.







BAB III
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH

Adanya berbagai masalah yang muncul selama pelaksanaan PPL di SMA Muhammadyah membuat penulis belajar banyak. Masalah-masalah yang muncul tentu tidak dibiarkan begitu saja. Usaha memperbaiki dan mencari bahan keluar yang terbaik dari setiap masalah yang dihadapi tetap praktikan lakukan semaksimal mungkin. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan PPL dapat terus berjalan dengan baik seperti yang diharapkan sebelumnya.
Sehubung dengn masalah yang timbul tersebut, terdapat upaya-upaya yang dilakukan praktikan untuk menanggulanginya seperti :
A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Praktikan telah mengungkpkan permasalahan yang muncul pada bab sebelumnya mengenai penyusunan RPP. Upaya yang penulis lakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu :
·         Berkonsultasi dengan guru pamong mengenai format RPP.
·         Mempelajari secara lebih mendalam mengenai cara pembuatan rencana pembelajaran yang baik.
·         Dalam pengalokasikan waktu disesuaikan dengan jam pelajaran yang disediakan, sedangkan materinya disesuaikan dengan waktu yang ada berdasarkan sub pokok bahasan yang akan diajarkan.
·         Menyesuaikan materi ajar dengan silabus yang telah ada.
·         Berdiskusi dengan rekan sesama praktikan.
·         Penyusunan RPP pertama dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk penyusunan RPP selanjutnya agar tidak terjadi kesalahan dan sesuai dengan kenyataan  pada saat melakukan kegiatan pembelajaran.

B.     Proses Penampilan
Masalah pada proses penampilan merupakan masalah yang paling dominan, mengingat proses penampilan memakan waktu yang lebih banyak dibandingkan kegiatan yang lain. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada proses penampilan, praktikan melakukan upaya yaitu sebagai berikut :
·         Mengkonsultasikan dengan guru pamong  mengenai cara penguasaan kelas.
·         Melakukan persiapan materi sebelum tampil .
·         Melakukan pendekatan kepada peserta didik agar lebih mengenal karakteristik mereka .
·         Menegur siswa yang tidak memperhatikan secara baik-baik serta memberikan perhatian khusus kepada peserta didik tersebut.
·         Berusaha membuat siswa lebih aktif dalam menyelesaikan permasalahan materi seperti soal-soal latihan.

C.    Bimbingan Belajar/Ekstra Kurikuler
Untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan ekstra kurikuler dan bimbingan belajar, praktikan hanya dapat membimbing dalam hal latihan upacara.

D.    Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah/Tempat Latihan
Partisipasi selama kegiatan PPL dilakukan semaksimal mungkin dalam rangka membangun hubungan baik antara praktikan dan pihak sekolah. Setiap masalah yang muncul ketika praktikan berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan sekolah sebisa mungkin diatasi dengan cara mengkomunikasikannya.
Kegiatan yang diikuti praktikan dalam rangka berpartisipasi dalam kehidupan sekolah adalah mengikuti upacara bendera, piket dan membantu kegiatan guru jika dibutuhkan. Upaya untuk mengatasi masalah yang muncul dalam kegiatan tersebut antara lain :
·         Untuk masalah yang muncul ketika pelaksanaan upacara bendera seperti terdapat rekan praktikan yang tidak mengikuti kegiatan tersebut adalah dengan menekankan pada setiap praktikan untuk melakukan perizinan terlebih dahulu sehingga terjadi komunikasi yang baik.
·         Dalam pelaksanaan piket sekolah upaya yang dilakukan adalah memberikan pembagian tugas dan waktu yang jelas untuk praktikan sehinga setiap praktikan melaksanakan kewajibannya dengan benar serta menegur rekan praktikan jika lalai dalam melaksanakan kewajibannya.

E.     Proses Bimbingan
·         Guru Pamong
Praktikan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk berkonsultasi dan meminta bimbingan serta arahan sehingga berbagai kendala yang muncul terutama mengenai proses pembelajaran dapat diatasi dengan baik.
·         Dosen Pembimbing dan Supervisor
Permasalahan yang muncul terdapat dari dosen pembimbing dan supervisor. Namun hal itu dapat ditasi dengan melakukan inisiatif sendiri untuk menghubungi supervisor dan dosen pembimbing untuk berkonsultasi  agar proses bimbingan tetap berjalan dengan baik dan lancar.


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


A.    Kesimpulan
Dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang terlatih serta dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan di dunia kerja diperlukan sosok yang berkemampuan memadai baik secara teoritis maupun praktek kependidikannya. Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan sarana yang tepat untuk melatih mahasiswa dalam pengembangan keterampilan mengajar dan mendidik. Dengan demikian mahasiswa dapat mengaplikasikan teori-teori yang didapat selama menjalani perkuliahan.
Dalam pelaksanaan PPL ini tidak jarang ditemukan masalah-masalah yang cukup mendapat perhatian dan mengganggu efektivitas pelaksanaan kegiatan. Namun, secara umum masalah-masalah yang dihadapi dapat diatasi dengan baik. Dari masalah-masalah tersebut dijadikan praktikan sebagai pembelajaran agar pada kegiatan selanjutnya tidak terulang lagi.
Dari hasil praktik di SMA Muhammadyah Kuala Kapuas, praktikan telah mendapatkan pengalaman yang berharga yang dapat disimpulkan dalam beberapa hal berikut ini :
1.      PPL memberikan pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa karena dengan adanya program ini mahasiswa dapat mengasah kemampuannya dan mengamalkan ilmu yang didapat selama diperkuliahan.
2.      PPL membantu mahasiswa mengenal kondisi  sekolah secara nyata.
3.      Dalam kegiatan pembelajaran perlu adanya perangkat pendukung yang memadai terutama ketersediaan alat dan media belajar.
4.      Bimbingan dan arahan dari guru pamong dan dosen pembimbing memiliki peranan penting bagi keberhasilan praktikan dalam setiap kegiatan PPL.
5.      Perlunya pendekatan personal agar tercipta suasana keakraban dan kekeluagaan yang baik terhadap semua warga sekolah.

B.     Saran
Saran yang dapat penulis berikan untuk pelaksanaanPPL berikutnya adalah :
1.      Untuk SMA Muhammadyah Kuala Kapuas
·         Tetap menjaga prestasi kerja serta mempertahankannya sebaik mungkin karena mempertahankan prestasi kerja merupakan beban berat bagi suatu lembaga pendidikan formal.
·         Tetap berpedoman pada sikap terbuka dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang ingin menimba pengalaman atau mempelajari kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini.

2.      Untuk  Peserta didik
·         Memperbaiki sistem belajar yang selama ini dilaksanakan.
·         Memperbaiki sikap dan perilaku yang kurang terpuji.
·         Tingkatkan kesadaran dan tanggung jawab pada setiap sarana dan prasarana yang ada disekolah
3.      Untuk Praktikan
·         Harus selalu mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapi kepada guru pamong, dosen pembimbing ataupun kepada guru-guru dan semua pihak yang menjadi tata laksana sekolah.
·         Harus memiliki kepercayaan diri dan tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan proses pembelajaran.
·         Harus mempersiapkan dengan baik materi pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan perencanaan yang benar-benar matang dan diperhitungkan sebelum memulai melaksanakan proses pembelajaran.
·         Harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah , pimpinan sekolah, staf guru dan peserta didik.














DAFTAR PUSTAKA

UP3L, (2013), Panduan Program pengalaman Lapangan (PPL). Palangkaraya: Univesitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Suartawan. 2012. Laporan PPL Real PGSD. http://made-suartawan.blogspot.com/2012/06laporan-ppl-real-pgsd.html?m=1. Diakses 7 April 2014.